Kabupaten Lebak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Lebak

Peta lokasi Kabupaten Lebak
Koordinat: 60 18' - 70 00' LS
1050 25'- 1060 30' BT
Provinsi Banten
Ibu kota Rangkasbitung
Pemerintahan
 - Bupati H. Mulyadi Jaya Baya
 - DAU Rp. 661.498.928.000,-(2011)[1]
Luas 3.044,72 km2 [2]
Populasi
 - Total 1.233.905 jiwa (2008) [3]
 - Kepadatan 405,26 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0252
Pembagian administratif
 - Kecamatan 28 (2008)
 - Kelurahan 340/5 (2009)
 - Situs web http://www.lebakkab.go.id/
Kabupaten Lebak, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Rangkasbitung. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang di utara, Provinsi Jawa Barat di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Pandeglang di barat.
Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten. Kota ini dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak.
Secara geografis wilayah Kabupaten Lebak berada pada 105 25' - 106 30 BT dan 6 18' - 7 00' LS. Bagian utara kabupaten ini berupa dataran rendah, sedang di bagian selatan merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Halimun di ujung tenggara, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Sungai Ciujung mengalir ke arah utara, merupakan sungai terpanjang di Banten.
Baduy merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Lebak dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara karena memiliki keunikan tersendiri. selengkapnya >>>

TOKOH & ULAMA BANTEN

Selengkapnya >>>

BELA DIRI CIMANDE BANTEN

LELUHUR YANG SELARAS / SEALIRAN
.
DENGAN ALIRAN CIMANDE
.
PUSAT : Tarikolot Cimande, Desa Lemah Duhur Kabupaten DT.II. Bogor.
.

.

Yang sudah meninggal dan terletak di Kabupaten Bogor :
.
1. Embah Haji Abdullah Somad (Ayah Otjod)
2. Embah Atje (Ayah Atje)
3. Embah Rangga (Eyang Rangga)
4. Embah Ursi (Ayah Ursi)
5. Embah Karta Singa
.
Yang sudah meninggal dan terletak di Kota Madya Bogor :

1. Embah Khoer (Embah Khair) - Tanah Sareal Bogor (Kebun Raya)
2. Embah Dato - Bantar Jati Kaum
3. Embah Djapra - Kebun Raya Bogor
4. Embah Dalem - Batu tulis Bogor
5. Embah Jair - Bantar jati timur - Bogor
.
Di Kecamatan Semplak :.
1. Embah Raden Harun Semplak Kaum
.
Di Kaum Pandak :
.
1. Embah Raden
.
Di Pelabuhan Ratu :
Selengkapnya >>> 
kh.Asnawi Caringin Banten  

KH.ASNAWI CARINGIN BANTEN

KH.Asnawi lahir di Kampung caringin sekitar tahun 1850 M, ayah beliau bernama Abdurrahman dan ibunya bernama  Ratu Sabi’ah dan merupakan keturunan ke 17 dari Sultan Ageng Mataram atau Raden Fattah . Sejak umur 9 tahun Ayahnya telah mengirim Kh.Asnawi ke Mekkah untuk memperdalam Agama Islam. Di mekkah beliau belajar dengan Ulama kelahiran Banten yang telah termasyhur namanya bernama Syech Nawawi Al Bantani.Kecerdasan yang di miliki beliau dengam mudah mampu menyerap berbagai dsiplin ilmu yang telah di berikan gurunya. Setelah dirasa cukup lama menimba ilmu dari gurunya maka Syech Nawawi Tanara Banten menyuruh muridnya Kh.Asnawi untuk pulang ketanah air untuk mensyiarkan agama Alloh.
Sekembalinya dari Mekkah Kh.Asnawi mulai melakukan dakwah ke berbagai daerah , karena ketinggian ilmu yang dimiliki nama Kh.Asnawi mulai ramai dikenal orang dan menjadi sosok ulama yang menjadi panutan masyarakat Banten. Situasi Tanah air yang masih di kuasai Penjajah Belanda dan rusak nya moral masyarakat pada waktu membuat Kh.Asnawi sering mendapat Ancaman dari pihak pihak yang merasa kebebasannya terusik.  Banten yang terkenal dengan Jawara jawaranya yang memiliki ilmu Kanuragan  dan dahulu terkenal sangat sadis dapat di taklukkan berkat kegigihan dan perjuangan Kh.Asnawi . Beliau juga terkenal sebagai Ulama dan Jawara yang sakti yang sangat di segani  oleh kaum Penjajah Belanda .Kh.Asnawi dalam melakukan dakwahnya juga mengobarkan semangat Nasionalisme anti Penjajah kepada masyarakat hingga akhirnya Kh.Asnawi di tahan di Tanah Abang di asingkan  ke Cianjur  oleh Belanda selama kurang lebih satu tahun dengan tuduhan melakukan pemberontakan kepada pemerintah Hindia Belanda , Apa yang dilakukan Kh.Asnawi   mendapat dukungan penuh dari rakyat dan dan para ulama  lainnya, seperti para bangsawan dan para jawara. Semenjak runtuhnya kesultanan Banten, terjadi sejumlah pemberontakan yang sebagian besar dipimpin oleh tokoh-tokoh agama. Seperti, pemberontakan di Pandeglang tahun 1811 yang dipimpin oleh Mas Jakaria, peristiwa Cikande Udik tahun 1845, pemberontakan Wakhia tahun 1850, peristiwa Usup tahun 1851, peristiwa Pungut tahun 1862, kasus Kolelet tahun 1866, kasus Jayakusuma tahun 1868 dan yang paling terkenal adalah Geger Cilegon tahun 1888 yang dipimpin oleh KH. Wasid.
Selama di pengasingan Kh.Asnawi tetap melakukan Dakwah mengajarkan Alquran dan Tarekat kepada masyarakat  sekitar dan  setelah dirasa Aman Kh.Asnawi kembali ke kampungnya di Caringin untuk melanjutkan perjuangan mensyiarkan Islam dengan mendirikan Madrasah Masyarikul Anwar dan Masjid Salapiah Caringin sekitar tahun 1884 Mesjid Caringin ditandai oleh denah empat persegi panjang, pada keempat sisinya terdapat serambi. Arsitektur Masjid dipengaruhi oleh unsur arsitektur lokal, terlihat dari bentuk atapnya dan ditopang oleh arsitektur asing terlihat pada bentuk jendela serta pintu dalam dengan ukuran relatif besar juga pilar-pilar yang mengelilingi Masjid. Menurut cerita bahwa Kayu masjid tersebut berasal dari sebuah pohon Kalimantan  yang di bawa oleh Kh.Asnawi ke Caringin dahulu pohon tersebut tidak bisa di tebang kalaupun bisa di tebang beberapa saat pohon tersebut muncul kembali hingga akhirnya Kh.Asnawi berdo’a memohon kepada Alloh agar diberi kekuatan dan pohon tersebut dapat di tebang serta kayunya dibawa Kh.Asnawi ke Caringin untuk membangun Masjid.
masjid_assalafi_caringin
Tahun 1937 Kh.Asnawi berpulang kerahmtulloh dan meninggalkan 23 anak dari lima Istri ( Hj.Ageng Tuti halimah, HJ sarban, Hj Syarifah, Nyai Salfah dan Nyai Nafi’ah ) dan di maqomkan di Masjid Salfiah Caringin , hingga kini Masjid Salafiah  Caringin dan maqom beliau tak pernah sepi dari para peziarah baik dari sekitar Banten maupun dari berbagai daerah di tanah air banyak pengalaman menarik dari peziarah yang melakukan i’tikaf di masjid tersebut seperti yang diungkap oleh salah seorang jamaah sewaktu melakukan i’tikaf terlihat pancaran cahaya memenuhi ruangan Masjid yang berusia hampir 200 tahun tersebut . Wallohu a’lam

Tragedi Berkepanjangan: Data Sejarah Tentang Masa Kehancuran Kesultanan Banten

 Drs. H.A. Mudjahid Chudari, MBA. 

AWAL MASA KESURAMAN KESULTANAN BANTEN

Dengan ditangkapnya Sultan Ageng Tirtayasa, Syekh Yusuf, dan Pangeran Purbaya serta pengikut-pengikut setianya, membawa Banten ke ambang pintu penjajahan kompeni. Peperangan sudah mulai berkurang, tapi rakyat di sana-sini masih mengadakan perlawanan walau pun semuanya tidaklah begitu berarti. Sementara itu, dengan restu kompeni Belanda pula Sultan Haji dikukuhkan menjadi Sultan Banten dengan beberapa persyaratan. Tapi dengan demikian, kedaulatan kerajaan Banten telah runtuh. Apalagi dengan ditandatanganinya perjanjian pada tanggal 17 April 1684, yang isinya sebagai berikut:

1)    Perjanjian 10 Juli 1659 tetap masih berlaku dengan utuh kecuali beberapa hal yang diubah dalam perjanjian ini. Di samping itu untuk kedamaian antara Banten dan kompeni Belanda, maka Banten dilarang memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada musuh-musuh kompeni. Demikian juga Banten tidak boleh turut campur dalam politik  Selengkapnya >>>

KUMPULAN EBOOK & KITAB KUNING ISLAM

Selengkapnya >>>

Daftar Makam Auliya' di Indonesia















Assalamu'alaikum.wr.wb.

Buat para ikhwan muslim yang ingin tazdkirotulmaut sekaligus bertawassul pada para wali,berikut ini daftar alamat makam-makam para wali yang tersebar di penjuru
Nusantara. (Tersusun sesuai dg No. Nama Alamat Kecamatan Kabupaten)

1. Sunan Bonang Kutorejo Kota Tuban
2. Assamarqondi Gesikharjo Palang Tuban 3. Mahmudin Asari Bejagung Semanding Tuban
4. Syaih Abdul Jabar Nglirip Singgahan Tuban
5. Sunan Geseng Gesing Semanding Tuban
6. Sunan Drajat Drajat Paciran Lamongan
7. Maulana Ishak Kemantren Paciran Lamongan
8. Maulana Mansyur Sendang Duwur Paciran Lamongan
9. Malik Ibrahim Jl. Malik Ibrahim Kota Gresik
10. Sunan Giri Giri Kebomas Gresik
11. Siti Fatimah Leran Manyar Gresik
12. Sunan Prapen Klangenan Kebomas Gresik
13. Gua Sunan Kalijaga G. Surowiti Panceng Gresik
14. Habib Abu Baker Jl. Kauman Kota Gresik
15. Syaih Jumadilkubro Troloyo Trowulan Mojokerto
16. Saikhona Yusuf Raasa Tlangu Sumenep 17. Joko Tole Saasa Tlangu Sumenep
18. Abu Syamsudin Batu Ampar Propo Pamekasan
19. Sayyid Usman Tamberu Pajegan Pamekasan
20. Air Mata Ibu Air Mata Kota Bangkalan 21. Saikhona Kholil Mertajasa Kota Bangkalan
22. Sunan Ampel Ampel Semampir Surabaya
23. Mbah Sonhaji Ampel Semampir Surabaya
24. Mbah Soleh Ampel Semampir Surabaya
25. Sunan Bungkul Darmo Wonokromo Surabaya
26. Gus Uet Pagerwojo Pagerwojo Sidoarjo
27. Datuk Ibrahim Alas Purwo Muncar Banyuwangi
28. K. H. Abdul Hamid Jl. Abdul Hamid Kota Pasuruan
29. Sayid Arif Segoropuro Segoropuro Pasuruan
30. Syaih Wasil Sentono Gedong Kota Kediri
31. Gus Mik Tambakngadi Mojo Kediri
32. Hasan Minbar Kauman Kalangbret Tulungagung
33. Mbah Badowi Gunung Cilik Durenan Trenggalek
34. Sayid Sulaiman Betek Mojoagung Jombang
35. Syaih Aliman Ngliman Sawahan Nganjuk
36. Mbah Fatkhur Rohman Poleng Brebek Nganjuk
37. Hasan Besari Tegalsari Tegalrejo Ponorogo
38. Syeh Jangkung Landoh Kayen Pati
39. Syaih Mutamakin Kajen Margoyoso Pati
40. Mbah Imam Setumbun Sarang Rembang 41. Sayid Hamzah Nglapan Sedan Rembang
42. Sultan Hadirin Mantingan Kota Jepara 43. Mbah Dimiyati/ Sukri Demeling Mlonggo Jepara
44. Abu Hasan Syadli Ngrejenu Dawe Kudus
45. Kaliyetno Ternadi Dawe Kudus
46. Sunan Kudus Jl. Menara Kota Kudus
47. Sunan Muria Colo/Muria Dawe Kudus 48. Sunan Kalijaga Kadilangu Kota Demak 49. Raden Fatah Bintoro Kota Demak
50. Sholeh Darat Bergotopajang Kota Semarang
51. Habib Ahmad Sapuro Kota Pekalongan 52. Mbah Ruby Klampok Losari Brebes
53. Raden Purabaya Kramat Kramat Tegal 54. Syaih Subakir Puncak Gunung Tidar Magelang
55. Khoiri Dawud Sekawetan Tembayat Klaten
56. Khasan Nawawi Jabalekat Tembayat Klaten
57. H. Nur Asnawi Mogo Mogo Pemalang 58. Hadi Wijoyo Pajang Lawean Surakarta 59. Sunan Katong Kaliwungu Kaliwungu Kendal
60. Kyai Gringsing Gringsing Gringsing Batang
61. Joko Tarub Tarub Ngantru Purwodadi 62. Ki Ageng Selo Selo Ngantru Purwodadi
63. Syeh Maulana Maghribi Parangkusumo Parangtritis Bantul
64. Syeh Mahdum Ali Ranji Kebumen Purwokerto
65. Ki Buyut Tambi Tambi Jatibarang Indramayu
66. Syeh Ahmad Patroman Tasikmalaya Pangandaran
67. Syeh Kurotulain Pulaubata Wuadas Krawang
68. Singa Perbangsa Leran Wuadas Krawang
69. Habib Husain Luarbatang Pasarikan Jakarta Utara
70. Pangeran Jayakarta Pulogadung Klender Jakarta Timur
71. Sutan Hasanudin Banten Kasemen Serang
72. Tabib Dawud Warungkondan g W. Kondang Serang
73. Syeh Asnawi Caringin Labuan Pandeglang
74. Maulana Mansur Cikaduen Cikaduen Pandeglang
75. R. Kian Santang Suci Godog Garut
76. Aria Wiratanudatar Cikundul Cikalong Cianjur
77. Syeh Abdul Muhyi Saparwadi Pamijaan Tasikmalaya
78. Gunung Santri Banjarnegara Banjarnegara Cilegon
79. Habib Alwialatas Empang Empang Bogor
80. R. Wanayasa Manganti Sukamandi Subang
81. Mbah Toyyib Kampungutan Bekasi
82. Sumur Bandung Cikapungdung Kota Bandung
83. Gunung Cibuni Cibuni Bandung
84. Sunan Gunung Jati Astana Gunungjati Cirebon
85. Syeh Megelung Karangkendal Cirebon 86. Datuk Kahfi Astana Gunungjati Cirebon
87. Imam Hanafi Astana Gunungjati Cirebon
88. Abu Musa Al Banjari Kuantan Martapura Ciamis Kal Sel
89. Mbah Singaraja Singaraja Singaraja Bali
90. Abdul Rouf Lekal Samudra Pasai Pasai Aceh
91. Malikul Dhohir Perlak Perlak Aceh
92. Al Malikul Saleh Samudra Pasai Pasai Aceh
93. Teuku Umar Meulaboh Aceh Besar Aceh
94. Teuku Cik Di Tiro Takengon Aceh Besar Aceh
95. Gajah Mada Kota Gajah Bandar Lampung Lampung Selatan
96. Raden Intan Kalianda Bandar Lampung Lampung Selatan
97. Bata Bagus Ali Tulangbawang Tengah Lampung Selatan
98. Syeh Burhanudin Padang Panjang Pariaman Sumatra Barat

Semoga kita dapat barokah dari beliau semua amiin..
Alfatihah...

Wassalam.

Sumber :  http://kitabgundul.blogspot.com/2012/06/daftar-makam-auliya-di-indonesia.html